Buruan Cek Saldo Tabungan Anda, Pemerintah Sebut Bantuan Langsung Tunai (BLT) Cair 1 Hingga 2 Minggu..

Horee buruan cek saldo tabungan Anda Jokowi sebut bantuan langsung tunai (BLT) cair dalam 2 minggu ini.

Kabar gembira bagi yang sedang menantikan bantuan langsung tunai akan cair waktnya kapan.

Bantuan langsung tunai diberikan pemerintah dalam rangka menstimulus perekonomian masyarakat supaya cepat tumbuh di masa pandemi corona.


Jokowi pastikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk karyawan atau pekerja gaji di bawah Rp 5 juta akan cair dalam satu hingga dua minggu ini.

Tapi, Presiden Jokowi menekankan, bantuan karyawan atau BLT ini diberikan hanya pada pekerja terdaftar dalam di BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk yang masih bekerja, juga akan diberikan bantuan, tapi yang ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan,” kata Jokowi saat mengunjungi Posko Penanganan Covid-19 Jawa Barat di Kodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa (11/8/2020) kemarin.

“Insya Allah dalam seminggu, dua minggu ini, ini sudah akan keluar,” lanjut dia.

Setiap pekerja menerima bantuan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan berturut, sehingga totalnya Rp 2,4 juta loh.

Bantuan karyawan atau bantuan langsung tunai (BLT) tersebut akan langsung ditransfer ke rekening setiap pekerja dalam dua tahap.

Dari total ada 15,7 juta karyawan atau pekerja yang memenuhi syarat menerima bantuan ini.

Anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 37,7 triliun.

Bagaimana yang Sudah PHK
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan bakal memberikan subsidi kepada karyawan swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Program bantuan ini diberikan mulai September 2020 yang besarnya Rp 600.000/bulan.

Syarat penerima subsidi adalah karyawan swasta peserta BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif, dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan, berdasarkan data upah yang dilaporkan dan tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan.

Lalu, bagaimana subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan swasta yang terlanjur terkena pemutusan hubungan kerja ( PHK)?

Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja, menjelaskan kriteria penerima program subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah adalah peserta aktif ( BLT untuk gaji di bawah 5 juta).

Dengan kata lain, bantuan Rp 600.000 untuk karyawan swasta hanya berlaku untuk mereka yang iuran kepesertaannya masih dibayarkan perusahaan.

Sementara untuk karyawan swasta korban PHK, perusahaan sudah tak lagi membayarkan iuran ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau sudah nonaktif peserta pada 30 Juni tentunya tidak bisa terima Bantuan Subsidi Upah ini,” terang Utoh dikonfirmasi, Selasa (11/8/2020).

Syarat lainnya, perusahaan tempat bekerja bukan BUMN dan bukan pula berstatus PNS.

Kemudian pekerja yang berkewarganegaraan Indonesia yang dibuktikan dengan NIK.

Untuk nominal yang akan diterima ditentukan sejumlah Rp 600 ribu per bulan per orang selama 4 bulan, atau per orang bisa mendapatkan Rp 2,4 juta.

Adapun skema pencairan atau transfer dana dilakukan 2 bulan sekaligus sebanyak 2 kali.

Bantuan Lain
Selain bantuan untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta, Presiden Jokowi menyebut bahwa pemerintah juga telah memberikan sejumlah bantuan lain kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Bantuan yang dimaksud mulai dari bansos tunai, BLT desa, subsidi, dan listrik gratis listrik untuk golongan tertentu hingga stimulus ekonomi untuk usaha kecil yang diberikan melalui perbankan.

Pemerintah juga menyiapkan bansos produktif untuk 13 juta pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

Nantinya masing-masing akan dapat bantuan Rp 2,4 juta.

Presiden Jokowi menjelaskan, sejumlah bantuan diberikan guna mendorong daya beli masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Selain itu, dia berharap bantuan tersebut menggenjot perekonomian Indonesia yang terkontraksi atau minus 5,32 persen pada kuartal II-2020.

“Kita harapkan pertumbuhan ekonomi secara nasional ini akan tumbuh lebih baik dari kuartal yang kemarin,” ucap dia.