Kabar Baik Sinyal MUI Akan Keluarkan Fatwa Boleh Berjamaah di Masjid, Minta Pemerintah Jelaskan Status C0R0NA

Pemerintah diminta terbuka dan menjelaskan mengenai status pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Hal ini diutarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekretaris Jenderal, Anwar Abbas.

Pemerintah pusat mulai longgar dalam berbagai kebijakan di tengah pandemi corona.


Misalnya saja pembukaan kembali bandara dan pengoperasian sejumlah transportasi umum.

Anwar melihat beberapa hari terakhir pemerintah telah membuat kebijakan baru dengan pembukaan bandara serta pengoperasian angkutan umum.

Kejelasan status pandemi corona di Indonesia, menurut Anwar sangat penting bagi MUI untuk menentukan sikap terkait fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

"Maka MUI meminta ketegasan sikap pemerintah tentang penyebaran Covid-19 apakah sudah terkendali atau belum, karena hal itu sangat penting bagi MUI. Untuk dijadikan dasar menjelaskan dan menentukan tentang sikap, dan tindakan mana yang harus dilakukan oleh umat terkait dengan fatwa yang ada," ujar Anwar melalui keterangan tertulis, Jumat (8/5/2020).

Anwar menjelaskan pada poin empat fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 disebutkan bahwa dalam kondisi penyebaran Covid-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat di kawasan tersebut.

Ini berlaku sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan salat Zuhur di tempat masing-masing.

Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran Covid-19.

Seperti salat lima waktu berjamaah atau rawatib, salat Tarawih, dan Id di masjid atau tempat umum lainnya.

Serta tidak boleh menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

Anwar mengatakan jika pemerintah menyatakan situasi telah terkendali, maka MUI akan kembali memperbolehkan pelaksanaan ibadah kembali seperti semula.

Hal tersebut sesuai dalam fatwa MUI.

"Tetapi jika pemerintah menganggap bahwa kondisi sudah terkendali maka dalam fatwa MUI dinyatakan bahwa umat Islam wajib menyelenggarakan salat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak," tutur Anwar.

Ibadah tersebut yakni, salat lima waktu berjamaah, salat Tarawih dan Id di masjid atau tempat umum lainnya.

Serta diperbolehkan menghadiri pengajian umum dan majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar virus corona.